UMAR MASUK ISLAM

Umar bin Khattab masuk Islam menurut berita yang sudah umum diketahui, sesudah ada empat puluh lima orang laki-laki dan dua puluh perempuan. Beberapa sumber menyebutkan bahwa jumlahnya lebih dari itu, ada pula yang mengatakan kurang. Menurut peninjauan Ibn Kasir dalam al-Bidayah wan-Nihayah Umar masuk Islam sesudah Muslimin hijrah ke Abisinia, dan jumlah orang yang hijrah itu hampir mencapai sembilan puluh orang laki-laki dan perempuan. Sesudah mereka hijrah Umar bermaksud akan mendatangi Muhammad dan sahabat-sahabatnya serta Muslimin yang lain di Darul Arqam di Safa, dan jumlah mereka laki-laki dan perempuan empat puluh orang. Dengan demikian kita bebas menyebutkan bahwa mereka yang sudah mendahului Umar masuk Islam sekitar seratus tiga puluh orang, walaupun kita tak dapat menyebutkan jumlah yang pasti melebihi perkiraan yang berlawanan dengan pendapat yang sudah umum itu.
Sumber-sumber tentang sebabnya Umar masuk Islam

Mengenai sebabnya ia masuk Islam beberapa sumber masih saling berbeda. Berita yang paling terkenal menyebutkan bahwa Umar sudah tidak tahan lagi melihat seruan Muhammad itu ternyata telah memecah belah keutuhan Kuraisy, dan mendorong orang semacam dia sampai menyiksa orang-orang yang masuk Islam agar keluar meninggalkan agama itu dan memaksa kembali kepada agama masyarakat mereka. Sesudah Muhammad memberi isyarat kepada sahabat-sahabatnya supaya terpencar ke beberapa tempat dan berlindung kepada Allah dengan agama yang mereka yakini, dan menasihati mereka agar pergi ke Abisinia, dan setelah Umar melihat mereka sudah pergi, ia merasa sangat terharu dan merasa kesepian berpisah dengan mereka. Sumber yang mengenai Umm Abdullah binti Abi Hismah menyebutkan bahwa ia berkata: "Kami sudah akan berangkat tatkala Umar bin Khattab datang dan berhenti di depan kami, yang ketika itu ia masih dalam syirik. Kami menghadapi berbagai macam gangguan dan siksaan dari dia. Ia berhenti dan berkata kepada kami: 'Jadi juga berangkat, Umm Abdullah?' Saya jawab: 'Ya! Kami akan keluar dari bumi Allah ini.



Kalian mengganggu kami dan memaksa kami dengan kekerasan. Semoga Allah memberi jalan keluar kepada kami.' Dia berkata lagi: 'Allah akan menyertai kalian.' Saya lihat dia begitu terharu, yang memang belum pernah saya lihat. Kemudian dia pergi, dan saya lihat dia sangat sedih karena kepergian kami ini." Setelah itu suaminya datang. Diceritakannya percakapannya dengan Umar itu dan dia sangat mengharapkan Umar akan masuk Islam. Tetapi jawab suaminya:

"Orang ini tidak akan masuk Islam sebelum keledai Khattab lebih dulu masuk Islam."

Sumber-sumber selanjutnya menyebutkan bahwa Umar memang sangat sedih karena sesama anggota masyarakatnya telah pergi meninggalkan tanah air," sesudah mereka disiksa dan dianiaya. Selalu ia memikirkan hendak mencari jalan untuk menyelamatkan mereka dari keadaan demikian. Ia berpendapat keadaan ini baru akan dapat diatasi apabila ia segera mengambil tindakan tegas. Ketika itulah ia mengambil keputusan akan membunuh Muhammad. Selama ia masih ada, Kuraisy tak akan bersatu. Suatu pagi ia pergi dengan pedang terhunus di tangan hendak membunuh Rasulullah dan beberapa orang sahabatnya yang sudah diketahuinya mereka sedang berkumpul di Darul Arqam di Safa.

Jumlah mereka hampir empat puluh orang laki-laki dan perempuan. Sementara dalam perjalanan itu ia bertemu dengan Nu'aim bin Abdullah yang laiu menanyakan: "Mau ke mana?" dan dijawab oleh Umar:
"Saya sedang mencari Muhammad, itu orang yang sudah meninggalkan kepercayaan leluhur dan memecah belah Kuraisy, menistakan lembaga hidup kita, menghina agama dan sembahan kita. Akan saya bunuh dia!"
"Anda menipu diri sendiri, Umar. Anda kira Abdu-Manaf akan membiarkan Anda bebas berjalan di bumi ini jika sudah membunuh Muhammad? Tidakkah lebih baik Anda pulang dulu menemui keluargamu dan luruskan mereka!" "Keluarga saya yang mana?" tanya Umar.

Kawannya itu menjawab: "Ipar dan sepupu Anda Sa'id bin Zaid bin Amr, dan adikmu Fatimah binti Khattab. Kedua mereka sudah masuk Islam dan menjadi pengikut Muhammad. Mereka itulah yang harus Anda hadapi."
Umar kembali pulang hendak menemui adik perempuannya dan iparnya. Ketika itu di sana Khabbab bin al-Arat yang sedang memegang lembaran-lembaran Qur'an membacakan kepada mereka Surah Ta- Ha. Begitu mereka merasa ada Umar datang, Khabbab bersembunyi di kamar mereka dan Fatimah menyembunyikan kitab itu. Setelah berada dekat dari rumah itu ia masih mendengar bacaan Khabbab tadi, dan sesudah masuk langsung ia menanyakan:
"Saya mendengar suara bisik-bisik apa itu?" "Saya tidak mendengar apa-apa," Fatimah menjawab. "Tidak!" kata Umar lagi, "Saya sudah mendengar bahwa kamu berdua sudah menjadi pengikut Muhammad dan agamanya!" Ia berkata begitu sambil menghantam Sa'id bin Zaid keras-keras. Fatimah, yang berusaha hendak melindungi suaminya, juga mendapat pukulan keras. Melihat tindakan Umar yang demikian, mereka berkata: "Ya, kami sudah masuk Islam, dan kami beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Sekarang lakukan apa saja sekehendak Anda!"

Melihat darah di muka adiknya itu Umar merasa menyesal, dan menyadari apa yang telah diperbuatnya. "Ke marikan kitab yang saya dengar kalian baca tadi," katanya. "Akan saya lihat apa yang diajarkan Muhammad!" Fatimah berkata: "Kami khawatir akan Anda sia-siakan."  
"Jangan takut," kata Umar. Lalu ia bersumpah demi dewa-dewanya bahwa ia akan mengembalikannya bilamana sudah selesai membacanya.

Kitab itu diberikan oleh Fatimah. Sesudah sebagian dibacanya, ia berkata:
"Sungguh indah dan mulia sekali kata-kata ini!" Mendengar katakata itu Khabbab yang sejak tadi bersembunyi keluar dan katanya kepada Umar: "Umar, demi Allah saya sangat mengharapkan Allah akan memberi kehormatan kepada Anda dengan ajaran Rasul-Nya ini. 

Kemarin saya mendengar ia berkata: 'Allahumma ya Allah, perkuatlah Islam dengan Abul-Hakam bin Hisyam atau dengan Umar bin Khattab.' Berhati-hatilah, Umar!'" Ketika itu Umar berkata: "Khabbab, antarka n saya kepada Muhammad. Saya akan menemuinya dan akan masuk Islam," dijawab oleh Khabbab dengan mengatakan: "Dia dengan beberapa orang sahabatnya di sebuah rumah di Safa." Umar mengambil pedangnya dan pergi langsung mengetuk pintu di tempat Rasulullah dan sahabat-sahabatnya berada.

Mendengar suaranya, salah seorang di antara mereka mengintip dari celah pintu. Dilihatnya Umar yang sedang menyandang pedang. la kembali ketakutan sambil berkata: "Rasulullah, Umar bin Khattab datang membawa pedang. Tetapi Hamzah bin Abdul-Muttalib menyela:
"Izinkan dia masuk. Kalau kedatangannya dengan tujuan yang baik, kita sambut dengan baik; kalau bertujuan jahat, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri. Ketika itu Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam
berkata: "Izinkan dia masuk." Sesudah diberi izin Rasulullah berdiri menemuinya di sebuah ruangan. 

Digenggamnya baju Umar kemudian ditariknya kuat-kuat seraya katanya: "Ibn Khattab, apa maksud kedatanganmu?
Rupanya Anda tidak akan berhenti sebelum Allah mendatangkan bencana kepada Anda!"
"Rasulullah," kata Umar, "saya datang untuk menyatakan keimanan kepada Allah dan kepada Rasul-Nya serta segala yang datang dari Allah." Ketika itu juga Rasulullah bertakbir, yang oleh sahabat-sahabatnya sudah dipahami bahwa Umar masuk Islam.

Title: UMAR MASUK ISLAM; Written by FromZiroToHiro; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar